Articles by "hot"
Tampilkan postingan dengan label hot. Tampilkan semua postingan
Portal Berita Terkini
Harapan Palsu - Lemahnya pengawasan dilapangan, disebabkan kurang baiknya menejemen di PDAM selama ini. Kemampuan sumber daya manusia juga terbatas, akibatnya hingga kini perusahaan daerah yang sudah cukup tua itu belum mandiri, masih terus disubsidi oleh Pemko Banda Aceh. Kondisi ini, karena menejemen di PDAM juga kurang baik, sehingga persoalan pencuri air dan kebocoran yang luar biasa terus terjadi.




Meski jaringan air sudah pernah dibenahi dengan pemasangan pipa baru pada masa rehab/rekon pascatsunami oleh BRR sekitar enam tahun lalu, jaringan air dalam kota masih semraut dan banyak masalah. Jaringan yang ada sekarang terjadi tumpang tindih, antara pipa lama dengan pipa baru.

Selain, pencurian air dan kebocoran yang luar biasa, tempat penampungan air yang ada sekarang sudah tidak memadai lagi. Kedepan PDAM Tirta Daroy harus membangun yang baru yang lebih besar, sehingga setiap waktu suplay air ke pelanggan cukup.


Pembenahan secara menyeluruh di PDAM sangat penting, sehingga di tahun-tahun mendatang keberadaan perusahaan daerah tersebut tidak membebani lagi APBK Banda Aceh. Kedepan manajemen PDAM harus jauh lebih baik dan dalam pengelolaan keuangannya juga harus transparan. Jadi harus open semua, jangan ada yang ditutup-tutupi. (/xmod)
Portal Berita Terkini
Harapan Palsu - Aparat Polresta Banda Aceh menangkap mantan karyawan Perusahaan Listrik Negara (PLN) Persero, Rudi Herwanto (28), setelah kedapatan melakukan penipuan terhadap pelanggan. Pelanggaran hukum yang dilakukannya, selain merugikan negara juga membuat korban rugi hingga puluhan juta.

Maraknya Petugas PLN Gadungan Di Banda Aceh

Tersangka ditangkap di kawasan Kecamatan Jaya Baru, Banda Aceh. Sebelumnya, Muchlis Adnan mendatangi PLN mengadukan Rudi Herwanto, bahwa dirinya telah tertipu. Usai mendengar keterangan korban, pihak PLN langsung melaporkan peristiwa tersebut ke Polresta.

Tersangka mengelabui seorang korban yang bermasalah dengan PLN, dan aruspun dipotong TSK, lalu tersangka menawarkan jasanya, dengan modus akan mengurusi, karena bila mengurus di kantor mahal, nah si korban pun menjadi sasaran penipuan ini, telah menyerahkan uang Rp15.250.000 pada tersangka dan itu terjadi 22 Desember 2015 lalu, karena korban mengalami pemotongan listrik.

Tindakan Rudi Herwanto telah memenuhi unsur pidana. “Dari keterangan tersangka masih ada 22 rumah lagi telah ia tipu, sebagian menggunakan meteran bodong dan juga ada memperlambat arus listrik,

Polisi masih menunggu hasil kajian dan pemeriksaan yang dilakukan PLN terkait 22 rumah yang disebut-sebut Rudi Herwanto. Bila terbukti bekerjasama dengan tersangka, polisi juga bakal menangkap. Akibat perbuatanya, tersangka dijerat dengan pasal 378 KUHP tentang tindak pidana penipuan. Ancaman hukuman penjara selama empat tahun.

Manager Area PLN Banda Aceh, Dasrulsyah, berharap warga waspadai petugas PLN gadungan. Ia menyebutkan, untuk mengenal petugas PLN asli sangat mudah. Setiap petugas PLN yang bekerja di lapangan selalu dibekali surat tugas atau kartu pengenal masing-masing. 

Dasrulsyah meminta pada pelanggan, bila ada keluhan, lebih baik segera datangi kantor pelayanan PLN terdekat. Nantinya, petugas resmi akan turun ke lokasi untuk pemeriksaan atau perbaikan. Pada wartawan, ia juga menjelaskan kejadian serupa sudah sering terjadi meskipun petugasnya telah melakukan pemeriksaan rutin. Akibatnya banyak pula pelanggan ditipu hingga jutaan rupiah.


Bila ada petugas yang datang dan memeriksa meteran, harus terlebih dahulu meminta surat tugas. Sehingga tidak sembarangan mencabut (memutuskan) atau menawarkan apapun, nanti yang rugi pelanggan juga.(/xmod)
Portal Berita Terkini
Dugaan Korupsi Bongkar-Pasang Taman Kota Banda Aceh
Dugaan Korupsi Bongkar-Pasang Taman Kota Banda Aceh

Harapan Palsu - Proyek bongkar pasang taman di sejumlah jalan dalam Kota Banda Aceh menelan anggaran miliaran rupiah setiap tahunnya. Cara ini mengeruk uang negara dengan dalih keindahan kota Banda Aceh. 

Pandangan berbeda juga dirasakan beberapa pengendara yang melintasi jalan Teuku P Nyak Makam, Banda Aceh sejak beberapa hari lalu. Usai mudik lebaran ke kampung halaman, taman median jalan yang mereka lintasi sudah sangat berbeda: seluruh median jalan sudah dipenuhi gundukan tanah yang tidak merata. Hanya tersisa beberapa pohon saja dengan batas median jalan yang mengitarinya.

“Saya sudah sering ngopi disini, tapi pas kemarin usai lebaran kok sudah gundul begini (median jalannya). Saya tidak tau kapan sudah begini, yang jelas pas saya diajak ngopi sama kawan ya sudah begini,” ujar Miko yang mengaku dirinya salah seorang mahasiswa sebuah kampus di Banda Aceh, kepada wartawan.

Selain pengdara jalan, beberapa pemilik usaha di sekitar jalan tersebut juga tidak tahu menahu soal adanya pengerukan median tersebut. Salah satu pemilik mengatakan bahwa dia tidak tahu menahu soal pengerukan ini.

Dari hasil penelusuran di Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Kota Banda Aceh, ternyata penggalian median jalan tersebut direncanakan untuk rehab taman yang ada di sepanjang median jalan tersebut.


“Tanah di median jalan itu kita keruk dan bakal kita ganti dengan tanah yang subur. Selanjutnya akan kita berikan pupuk dan menanami beberapa jenis pohon perdu yang berguna menyerap karbon dioksida dari asap kendaraan,” kata Kepala Dinas Kebersihan dan Keindahan Kota (DK3) Banda Aceh, Jalaluddin, kepada wartawan.



Bahkan di sana juga terdapat dua paket lain yang juga bakal dikerjakan hingga penghujung 2016 ini: Rehab Taman dan Pedestrian Jalan Daud Beureueh dan Rehab Taman Median Jalan T. Nyak Arif.



Namun, dari ketiga proyek tersebut, tersirat kejanggalan. Misalkan saja, taman median Jalan T P Nyak Makam. Taman tersebut baru saja tuntas dibangun oleh Dinas Bina Marga—dengan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN)— akhir 2014 lalu.



Ironisnya, baru dua tahun berjalan, tanah taman median yang dipenuhi pohon tanjung itu pun sudah dibongkar kembali dengan dalih penataan taman median jalan kota. Sayang, kas APBD harus kembali terkuras hingga mencapai miliaran rupiah akibat pengadaan proyek ‘bongkar pasang’ tersebut.



Pada 2015 lalu, setidaknya, sepuluh proyek Pengadaan Langsung (PL) untuk taman median jalan juga menghabiskan dana 1,9 milyar lebih. Sedangkan pada tahun 2016, total dana yang bakal digelontorkan—baik PL maupun tender—mencapai 6,5 milyar lebih.(/smod)


Portal Berita Terkini
Harapan Palsu - Tim pemenangan pasangan calon Irwandi Yusuf – Nova Iriansyah, Ibrahim (48) ditembak Oknum tak dikenal (OTK), menggunakan senjata laras panjang. Diduga jenis AK 47, di Desa Cot Cantek, Kecamatan Sakti, Kabupaten Pidie, Sabtu (12/11/2016). Sumber media mengungkapkan, peristiwa penembakan tersebut terjadi sekira pukul 19.20 WIB. Bermula saat Ibrahim yang juga Tuha Peut desa setempat keluar dari rumahnya yang  hendak pergi seorang diri ke Kedai di Desa Cot Murong, Kecamatan Sakti, Kabupaten Pidie, dengan mengendarai sepeda motor matik sporty miliknya.

Timses Irwandi - Nova Ditembak OTK


Setiba di lokasi, korban ditembak OTK yang bersembunyi dari balik semak-semak, sebelah kiri Ibrahim. OTK tersebut mengarahkan senjata laras panjang ke Ibrahim dengan jarak lebih kurang tiga meter, dan ia diberondong empat kali tembakan. Beruntung, dari empat tembakan tersebut tidak satupun mengenai Ibrahim, sehingga dia langsung melarikan diri menuju Kota Bakti Kecamatan Sakti, Kabupaten Pidie, dan melaporkan kejadian tersebut ke Polsek setempat. Selanjutnya, pihak kepolisian setelah menerima laporan langsung menuju ke tempat kejadian perkara (TKP), dan memasang garis polisi di area TKP Polisi juga melakukan penyelidikan serta dokumentasi barang bukti berupa selongsong peluru.
Portal Berita Terkini
Harapan Palsu - Kegaduhan terjadi di salah satu rumah warga di Lorong Kupula Gampong Lambaro Skep Kecamatan Kuta Alam Banda Aceh, Minggu (13/11) dinihari. Seorang pemuda menjadi bulan bulanan warga karena diduga mencuri pakaian dalam wanita gampong tersebut.

Pria yang ditangkap dan menjadi bulan bulanan warga tersebut karena mencuri barang 'berharga'milik wanita tersebut merupakan Iswadi (32), beralamat Gampong Alue Puteh, Kecamatan Bhaktia, Aceh Utara. Pelaku ditangkap setelah salah seorang wanita yang tengah berada di kamar mandi rumahnya merasa diintip seseorang.

Masih Maraknya Kasus Pencurian Pakaian Dalam Wanita Di Banda Aceh

Korban yang curiga akhirnya berteriak dan minta tolong kepada sekelompok pemuda yang tengah berkumpul di sekitar rumahnya. Tak ayal mendengar teriakan korban pelaku langsung mengambil langkah seribu namun naas, niatnya melarikan diri terpantau kelompok pemuda tersebut.

"Dikeremangan malam warga melihat arah pelaku lari sehingga dengan mudah menangkapnya. Kejadiannya sekira pukul 03.00 WIB, saat diserahkan kondisi pelaku sudah bonyok," kata Kapolsek Kuta Alam AKP Syukrif Panigoro, Minggu (13/11).

Menurut Syukrif meski korban mengaku tidak ada barang yang hilang, namun ditangan pelaku, warga menemukan satu set pakaian dalam wanita. Dalam pemeriksaan, petugas juga menemukan pelaku memakai celana dalam wanita warna pink yang dilapis celana short perempuan.

"Besok (Senin) rencananya pelaku kami periksa ke rumah sakit karena kondisinya seperti kurang waras. Apakah pura-pura kurang waras atau memang demikian. Karena dia tidak tahu dimana barang bukti yang disita darinya dicuri, termasuk yang ia kenakan. Yang jelas info yang kami dapat beberapa bulan terakhir wanita di kawasan itu memang resah karena sering kehilangan pakaian dalam," kata Syukrif.


Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya Iswadi yang sehari-hari menetap di Anjungan Kabupaten Aceh Utara di Komplek Taman Ratu Safiatuddin tersebut terpaksa ditahan di Mapolsek Kuta Alam.
Portal Berita Terkini
Harapanpalsu.com | BN–  Herman (sebelumnya tertulis nama Mukhtar), pengantar pasien laka lantas yang menerima pengusiran dan perkataan kotor ”anj**g” oleh salah seorang petugas di ruang UGD Rumah Sakit Meuraxa, Banda Aceh, pada Kamis 10 November 2016 lalu, mengaku sedih menerima perlakuan tidak menyenangkan dari rumah sakit tersebut.

”Saya sangat sedih, bang, karena diusir dengan cara yang sangat buruk. Mereka berani usir kami dengan kata-kata anj**g,” ungkapnya kepada Bongkarnews.com, di Lampineung, Selasa 15 November 2016.

Korban pengusiran tersebut awalnya meminta pihak petugas untuk memberikan pertolongan pertama kepada korban yang diduga kakinya patah karena kecelakaan di jalan raya, namun dirinya tidak menyangka disikapi dengan buruk oleh petugas di ruang UGD dengan menyuruhnya agar membawa pasien tersebut ke rumah sakit lain.

”Saat saya minta mereka berikan pertolongan pertama kepada korban yang kecelakaan ini, malah disuruh bawa ke rumah sakit yang lain,” ujar dia.

Dia menuturkan, alasan para dokter tidak menerima pasien laka lantas tersebut karena ruangan penuh dan tidak ada lagi tempat bagi pasien yang diantarnya.

”Ada dokter jaga bernama dr. Mulia, disitu alasan dia karena ruang penuh tidak ada tempat, makanya mereka tidak mau terima pasien ini,” jelasnya.

Pada saat pengusiran sempat terjadi aksi saling dorong oleh security dan dokter muda dengan laki-laki pengantar pasien korban laka lantas. Karena para dokter dan security tidak ingin menerima pasien tersebut, sedangkan dia merasa kasihan kepada korban yang menurutnya mesti diberikan pertolongan segera.

”Saat itu kami diusir dengan kasar dan disebut kami anj**g,” kata dia lagi.

Dan yang lebih parahnya lagi, jelas dia, para petugas dan dokter yang berada di UGD tersebut sempat menyinggung gaji yang tak kunjung dibayar sudah beberapa bulan yang lalu.

”Mereka sempat singgung masalah.gaji yang tidak dibayar, itu kan bukan urusan kita. Seharusnya mereka protes kepada pemilik rumah sakit, bukan ke kita. Yang harus mereka lakukan adalah memberikan pertolongan kepada korban,” pungkasnya.

Sementara Direktur RSUD Meuraxa, dr Syahrul mengaku informasi tersebut tidak betul dan dia mengaku telah memanggil dokter dan satpam yang bertugas pada malam kejadian.

“Saya sudah memanggil dokter jaga, perawat dan satpam yang jaga malam itu. Saat itu, pasien di UGD sangat ramai dan sebagian ada yang harus duduk di kursi, sambil menunggu sebagian pasien untuk dibawa ke ruang rawat inap, jika pasiennya sudah stabil,” jelas mantan Direktur RSUZA Banda Aceh berdasarkan pengakuan bawahannya.

Tambah Syahrul, saat pengantar pasien tersebut membawa pasien dan melihat semua tempat tidur penuh dan tiba-tiba pengantar pasien mempertanyakan kenapa tempat tidur penuh dan kenapa tak diusulkan tambahan. Selanjutnya kata Syahrul, penjelasan petugas jaga tidak dapat diterima dan pengantar pasien mengancam akan melaporkan persoalan tersebut ke wartawan.

“Dokter jaga, perawat, satpam tidak pernah mengusir, dan tidak mengucapkan kata-kata kotor,” bantah Syahrul seperti tak tahu latar belakang persoalan.

Namun demikian, dr Syahrul berjanji akan terus memperbaiki pelayanan rumah sakit milik Pemko Banda Aceh yang selama ini sering dikeluhkan oleh pasien.

“Seluruh pimpinan dan staf RS Meuraxa terus memperbaiki kualitas pelayanan, keselamatan pasien dan kepastian layanan,” demikian janjinya.

Meski dr Syahrul membantah, dari rekaman video yang diperoleh Bongkarnews.com terlihat jelas pengantar pasien laka lantas, Herman didorong oleh petugas keamanan dan dokter untuk keluar dari ruangan alias diusir. Dan sang dokter berjenis kelamin perempuan terlihat menantang sambil merepet dan menyebut nama hewan.

“Silahkan,” tantang dokter itu sambil mengatakan, “ngomong baik-baik masih kayak anj**g”. Demikian mulut sang dokter yang memakai baju dr Mulya sambil berlalu menjauhi pengantar pasien, Herman.

Anehnya, bantahan dokter Syahrul terhadap pemberitaan Bongkarnews.com hanya berdasarkan pengakuan bawahannya tanpa pernah menonton rekaman video. Sang dokter senior ini terdiam dan berhenti membantah saat sebuah media online lokal menyebut mereka memiliki rekaman video.

“Sudahlah jangan diperpanjang lagi, malu kami,” pintanya seperti dilansir Atjehpres.com.[TM]