Harapan
Palsu - Media sosial telah membuat perubahan yang signifikan dalam hidup
kita. Begitu juga dalam hal percintaan. Tak sedikit yang bertemu dengan jodoh
lewat media sosial, bisa menjadi lebih intim, namun juga tak sedikit yang
dilanda badai asmara.
Apa yang Anda tampilkan adalah apa yang dilihat oleh
orang lain. Orang bisa saja menghujani like, favorite, atau me-retweet sebanyak
mungkin, ketika Anda mengunggah foto atau menulis status tentang pasangan,
lantas menobatkan Anda sebagai relationship goal mereka. Akan tetapi, yang tahu
apa yang sesungguhnya terjadi di antara Anda dan pasangan hanyalah Anda
berdua.
Memicu terlalu banyak kekhawatiran. Sibuk memantau
media sosial dan aktivitas pasangan di online juga bisa berakibat buruk pada
hubungan. Bagaimana jika pasangan memberi "like" pada foto profil temannya yang
perempuan? Pasangan mendapat mentiondari perempuan yang mengagumi
kesuksesannya?
Dan banyak lagi jenis
kecemburuan yang bisa muncul karena aktivitas media sosial, yang mungkin
sebetulnya tidak mengarah pada perselingkuhan.Lebih serius memikirkan foto mana
yang perlu diunggah ketimbang memikirkan cara untuk membuat hubungan menjadi
lebih mesra. Harus diakui, punya foto berdua dengan pasangan memang sangat
menyenangkan (dan membanggakan). Makan bareng di restoran, nonton bioskop, pergi
kondangan, baju senada, karaoke di mobil, dan banyak lagi momen lainnya yang
sayang jika tak diabadikan.
Dalam setiap momen, kita pun lantas sibuk untuk
memotret, lalu memilah dan memilih foto mana yang akan kita unggah segera.
Sebegitu niatnya, sampai-sampai seringkali orang melupakan esensi dari keintiman
dan usaha merawat keintiman itu sendiri, bukan mengejar banyaknya "like" dan
pengakuan dari publik.
Unggah foto berdua terlalu sering bisa membuat kita
kebablasan. Awalnya unggah sesekali, mendapat banyak komentar dan pujian dari
orang lain tanpa sadar membuat kita terlena dan ingin selalu unggah. Tahukah
Anda, orang lain juga bisa terganggu dengan status kita yang mengumbar PDA
(Public Display Affection) atau keintiman di media sosial. Sayang kan, kalau
sampai kehilangan teman, gara-gara di unfriend atau unfollow mereka?
Media penyaluran tentang apa yang dirasakan pindah
ke status media sosial. Grafik cinta bisa naik dan turun adalah hal yang wajar.
Perasaan kita bisa berubah-ubah, seiring mood. Itulah kenapa, penting sekali
saling mengkomunikasikan apa yang sedang kita rasakan dengan pasangan. Apa yang
kita sukai dan tidak kita sukai dari pasangan. Namun, sayangnya, komunikasi ini
telah banyak digantikan oleh update status. Hubungan Anda dan pasangan pun
ibarat open book, yang sudah diketahui semua orang. Malah kadang, bukannya
pasangan yang tahu masalah Anda, malah publik lebih tahu duluan.
Pertengkaran rentan pindah ke online. Argumentasi
dan konflik biasa terjadi dalam hubungan asmara. Hal ini tidak perlu ditakutkan,
sebab tidak semua konflik itu berarti "akhir dunia". Dengan catatan, hindari
pertengkaran itu berpindah ke media sosial. Apalagi, kalau sampai membuka
keburukan pasangan.(/modinf)
Post A Comment:
0 comments: