| Dugaan Korupsi Bongkar-Pasang Taman Kota Banda Aceh |
Harapan Palsu - Proyek bongkar pasang taman di
sejumlah jalan dalam Kota Banda Aceh menelan anggaran miliaran rupiah setiap
tahunnya. Cara ini mengeruk uang negara dengan dalih keindahan kota Banda
Aceh.
Pandangan berbeda juga dirasakan beberapa pengendara
yang melintasi jalan Teuku P Nyak Makam, Banda Aceh sejak beberapa hari lalu.
Usai mudik lebaran ke kampung halaman, taman median jalan yang mereka lintasi
sudah sangat berbeda: seluruh median jalan sudah dipenuhi gundukan tanah yang
tidak merata. Hanya tersisa beberapa pohon saja dengan batas median jalan yang
mengitarinya.
“Saya sudah sering ngopi disini, tapi pas kemarin
usai lebaran kok sudah gundul begini (median jalannya). Saya tidak tau kapan
sudah begini, yang jelas pas saya diajak ngopi sama kawan ya sudah begini,”
ujar Miko yang mengaku dirinya salah seorang mahasiswa sebuah kampus di
Banda Aceh, kepada wartawan.
Selain pengdara jalan, beberapa pemilik usaha di
sekitar jalan tersebut juga tidak tahu menahu soal adanya pengerukan median
tersebut. Salah satu pemilik mengatakan bahwa dia tidak tahu menahu soal
pengerukan ini.
Dari hasil penelusuran di Layanan Pengadaan
Secara Elektronik (LPSE) Kota Banda Aceh, ternyata penggalian median jalan
tersebut direncanakan untuk rehab taman yang ada di sepanjang median jalan
tersebut.
“Tanah di median jalan itu kita keruk dan bakal
kita ganti dengan tanah yang subur. Selanjutnya akan kita berikan pupuk dan
menanami beberapa jenis pohon perdu yang berguna menyerap karbon dioksida dari
asap kendaraan,” kata Kepala Dinas Kebersihan dan Keindahan Kota (DK3)
Banda Aceh, Jalaluddin, kepada wartawan.
Bahkan di sana juga terdapat dua paket lain yang juga bakal dikerjakan hingga penghujung 2016 ini: Rehab Taman dan Pedestrian Jalan Daud Beureueh dan Rehab Taman Median Jalan T. Nyak Arif.
Namun, dari ketiga proyek tersebut, tersirat kejanggalan. Misalkan saja, taman median Jalan T P Nyak Makam. Taman tersebut baru saja tuntas dibangun oleh Dinas Bina Marga—dengan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN)— akhir 2014 lalu.
Ironisnya, baru dua tahun berjalan, tanah taman median yang dipenuhi pohon tanjung itu pun sudah dibongkar kembali dengan dalih penataan taman median jalan kota. Sayang, kas APBD harus kembali terkuras hingga mencapai miliaran rupiah akibat pengadaan proyek ‘bongkar pasang’ tersebut.
Pada 2015 lalu, setidaknya, sepuluh proyek Pengadaan Langsung (PL) untuk taman median jalan juga menghabiskan dana 1,9 milyar lebih. Sedangkan pada tahun 2016, total dana yang bakal digelontorkan—baik PL maupun tender—mencapai 6,5 milyar lebih.(/smod)
Bahkan di sana juga terdapat dua paket lain yang juga bakal dikerjakan hingga penghujung 2016 ini: Rehab Taman dan Pedestrian Jalan Daud Beureueh dan Rehab Taman Median Jalan T. Nyak Arif.
Namun, dari ketiga proyek tersebut, tersirat kejanggalan. Misalkan saja, taman median Jalan T P Nyak Makam. Taman tersebut baru saja tuntas dibangun oleh Dinas Bina Marga—dengan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN)— akhir 2014 lalu.
Ironisnya, baru dua tahun berjalan, tanah taman median yang dipenuhi pohon tanjung itu pun sudah dibongkar kembali dengan dalih penataan taman median jalan kota. Sayang, kas APBD harus kembali terkuras hingga mencapai miliaran rupiah akibat pengadaan proyek ‘bongkar pasang’ tersebut.
Pada 2015 lalu, setidaknya, sepuluh proyek Pengadaan Langsung (PL) untuk taman median jalan juga menghabiskan dana 1,9 milyar lebih. Sedangkan pada tahun 2016, total dana yang bakal digelontorkan—baik PL maupun tender—mencapai 6,5 milyar lebih.(/smod)
Post A Comment:
0 comments: